Kontroversi Game BULLY Dianggap Berbahaya Bagi Penggunanya

Kontroversi Game BULLY Dianggap Berbahaya Bagi Penggunanya – Saat ini, banyak sekali judul game yang kita kenal di pasaran dengan genre yang tentunya cukup beragam. Walaupun berbeda-beda, pada dasarnya semua video game dibuat dengan tujuan yang sama yakni sebagai hiburan. Namun, sayangnya hingga kini terdapat beberapa game yang tujuannya dianggap bukan sebagai hiburan.

Game yang diciptakan sebagai hiburan terkadang malah mendatangkan kontroversi dari hal tak terduga. Hal tersebut sama seperti yang terjadi pada game BULLY. Lagi dan lagi video game terbitan Rockstar Vancouver kembali mengundang kontroversi, setelah sebelumnya dialami oleh game GTA (Grand Theft Auto).

Kontroversi Game BULLY Dianggap Berbahaya Bagi Penggunanya

Game BULLY diterbitkan untuk konsol PlayStation 2 pada 17 Oktober di Amerika Serikat dan pada tanggal 25 Oktober 2006 diterbitkan di United Kingdom. Setelah itu Rockstar Games luncurkan game BULLY untuk perangkat mobile dalam rangka merayakan hari ulang tahun game ini yang kesepuluh dengan judul Bully: Anniversary Edition.

Game yang cukup kontroversial di konsol PlayStation 2 telah rilis untuk perangkat mobile, yaitu Android, seharga Rp81.000 di Google Play Store. Sesungguhnya, game mobile ini sama saja dengan versi konsol karena kisah yang diangkat persis dan segala fitur yang ada sebelumnya. Lalu apakah yang membuat game BULLY menjadi kontroversial?

Kontroversi Game BULLY Dianggap Berbahaya Bagi Penggunanya

Game BULLY sendiri menceritakan tentang James “Jimmy” Hopkins, seorang anak sekolahan yang nakal. Konten perundungan atau bullying di lingkungan sekolah yang tersaji akhirnya membuat Bully dilarang di beberapa negara. Contohnya adalah Brazil, Inggris dan beberapa negara bagian di Amerika Serikat.

Negara-negara tersebut beralasan bahwa adanya game BULLY bisa membawa aksi negatif khususnya ke lingkungan sekolah. Seperti misalnya aksi kekerasan, penindasan, dan tindakan anarkis lainnya yang bisa ditiru pelajar di sekolah-sekolah mereka.

Tindakan seperti yang telah disebutkan dapat terjadi dikarenakan pada misi game bully pemain akan berperan sebagai Jimmy dalam menuntaskan segala misi yang ada di game bergenre open-world ini. Pemain dapat bebas memilih urutan misi yang ingin dikerjakan, mulai dari mengganggu teman, menyelinap ke dalam sekolah di malam hari, membuat berbagai peralatan untuk kenakalan, dan berbagai hal seru lainnya.

Beberapa tindakan yang sangat membahayakan anak dan orang lain tersebut tentunya sangat tidak diinginkan. Oleh karena itulah cukup banyak negara yang menolak hadirnya video game bully di negara mereka. Penolakan tersebut tentunya bertujuan baik demi melindungi anak-anak yang bersekolah.

Seperti yang kita ketahui bahwa seorang anak memiliki daya ingat yang sangat baik. Sekaligus juga anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang cukup kuat. Secara nggak langsung, Bully dapat mendorong anak sekolah untuk berbuat keonaran, persis seperti apa yang terjadi di dalam game. Karena alasan itu pula, game yang tenar di konsol PS2 ini dilarang beredar di beberapa negara, di antaranya Inggris dan Brazil.

Kelanjutan Game Bully 2 Pernah Dibuat Tapi Dibatalkan

Informasi ini berasal mantan staf developer Rockstar yang tidak ingin disebut namanya. Dia menceritakan sebuah bocoran informasi yang belum pernah kita ketahui sebelumnya terkait Bully 2. Mantan staf Rockstar tersebut mengatakan bahwa mereka dulunya memang pernah mengerjakan proyek game sekuel Bully.

Hal tersebut terjadi sekitar tahun 2008 oleh salah satu tim developer Rockstar yang ada di New England. Bahkan dia mengatakan bahwa game tersebut sudah bisa dimainkan dengan berbagai konten gameplay sekitar 6 sampai 7 jam. Namun hingga pada akhirnya game bully 2 tidak bisa dimainkan.

Ternyata proyek Bully 2 dibatalkan oleh pihak management Rockstar yang terjadi sekitar tahun 2009. Semua aset yang telah dikerjakan oleh tim developer tersebut dihentikan dan proyek tersebut dianggap telah mati. Sehingga tidak diketahui pasti alasan kenapa Bully 2 dibatalkan.

Banyak dugaan dari berbagai pihak media dan para gamer sendiri, mulai dari kontroversi tema game-nya, masalah internal dan lainnya. Mantan staf developer Rockstar mengatakan bahwa pada saat pengerjaan Bully 2, mereka menghabiskan waktu sekitar 12 hingga 18 bulan yang terdiri dari 50 sampai 70 orang.

Adanya penghentian proyek ini karena management Rockstar ingin para staf untuk fokus mengerjakan proyek game lain, yaitu Red Dead Redemption dan Max Payne 3 pada waktu itu. Tidak hanya itu saja, mantan staf developer Rockstar bersama timnya juga telah mengerjakan teknologi bagaimana tingkah laku para NPC yang dikembangkan lebih baik.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!